Tenun IMAM
TENUN IMAM didirikan oleh Imam Budijono, seorang sarjana tekstil lulusan Institut Teknologi Tekstil (ITT), Bandung. Imam memiliki bakat serta minat yang tinggi terhadap seni khususnya seni kerajinan tangan dan sejak lama telah tertarik pada tenun tradisional yang dibuat dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Berbekal ilmu tekstil yang dimilikinya, Imam terus melakukan eksplorasi teknik-teknik baru dalam pembuatan desain kain tenun.
Imam sangat mencintai pekerjaannya sebagai tekstil desainer dan selalu tertantang untuk menciptakan desain kain yang baru dan unik. Tidak hanya sekedar membuat kain tenun biasa, tetapi menurutnya selembar kain tenun harus memiliki suatu keunikan tersendiri. Keunikan tersebut didapat dari perpaduan antara sense of art dengan pengetahuan tekstil yang dimilikinya.
Sejak tahun 1989, berawal dari sebuah ATBM, Imam mulai membuat kain tenun. Dalam perkembangannya, pada sekitar tahun 1995 Imam mulai fokus dalam pembuatan kain tenun sutera dan pada awal tahun 2009 mulai berinovasi dengan memaduan benang sutera yang telah dicelup menggunakan pewarnaan alam.
Salah satu puncak pencapaian adalah ketika kain tenun yang dibuatnya mendapat pengakuan dunia internasional melalui sebuah event internasional “ASEAN Silk Fabric and Fashion Design Competition 2009” di Bangkok, Thailand. 
Pada event tersebut, Tenun Imam meraih dua penghargaan, yaitu:




